Senin, 12 Februari 2018

Hormat dan Patuh kepada Orang Tua

HORMAT DAN PATUH KEPADA ORANG TUA
DAN GURU



Materi pelajaran yang menerangkan tentang perilaku hormat dan patuh kepada orang tua cukup banyak, tetapi para peserta didik harus selektif memilih referensi, karena tidak sedikit postingan yang ditulis oleh orang yang tidak memiliki kapabilitas keilmuan yang cukup.

Makalah ini mugkin diambil sebagai rujukan:


KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA DAN PAHALANYA

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas


Di antara keutamaan berbakti kepada kedua orang tua yaitu sbb:

Pertama.
Bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama. Dengan dasar diantaranya yaitu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata :

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ : اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ : قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ : قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : اَلْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
“Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]

Dengan demikian jika ingin kebajikan harus didahulukan amal-amal yang paling utama di antaranya adalah birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua).

Kedua.
Bahwa ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu HIbban, Hakim dan Imam Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رِضَا الرَبِّ فِى رِضَا الوَالِدِ و سُخْطُ الرَبِّ فِى سُخْطِ الوَالِدِ

“Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]

Ketiga.
Bahwa berbakti kepada kedua orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami yaitu dengan cara bertawasul dengan amal shahih tersebut. Dengan dasar hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Ibnu Umar, dia berkata :

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada yang lain, ‘Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan’. Kemudian mereka memohon kepada Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dengan harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu diantara mereka berkata, “Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yang masih kecil. Aku mengembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dapati kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi keduanya namun keduanya masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tidak memberikannya. Aku tidak akan memberikan kepada siapa pun sebelum susu yang aku perah ini kuberikan kepada kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kepada keduanya. Setelah keduanya minum lalu kuberikan kepada anak-anaku. Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena Engkau ya Allah, bukakanlah. “Maka batu yang menutupi pintu gua itupun bergeser” [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 4/449 No. 2272), Muslim (2473) (100) Bab Qishshah Ashabil Ghaar Ats Tsalatsah Wat-Tawasul bi Shalihil A’mal]

Ini menunjukkan bahwa perbuatan berbakti kepada kedua orang tua yang pernah kita lakukan, dapat digunakan untuk bertawassul kepada Allah ketika kita mengalami kesulitan, Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang. Berbagai kesulitan yang dialami seseorang saat ini diantaranya karena perbuatan durhaka kepada kedua orang tuanya.

Kalau kita mengetahui, bagaimana beratnya orang tua kita telah bersusah payah untuk kita, maka perbuatan ‘Si Anak’ yang ‘bergadang’ untuk memerah susu tersebut belum sebanding dengan jasa orang tuanya ketika mengurusnya sewaktu kecil.

‘Si Anak’ melakukan pekerjaan tersebut tiap hari dengan tidak ada perasaan bosan dan lelah atau yang lainnya. Bahkan ketika kedua orang tuanya sudah tidur, dia rela menunggu keduanya bangun di pagi hari meskipun anaknya menangis. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan kedua orang tua harus didahulukan daripada kebutuhan anak kita sendiri dalam rangka berbakti kepada kedua orang tua. Bahkan dalam riwayat yang lain disebutkan berbakti kepada orang tua harus didahulukan dari pada berbuat baik kepada istri sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma ketika diperintahkan oleh bapaknya (Umar bin Khaththab) untuk menceraikan istrinya, ia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ceraikan istrimuu” [Hadits Riwayat Abu Dawud No. 5138, Tirimidzi No. 1189 beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”]

Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud yang disampaikan sebelumnya disebutkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua harus didahulukan daripada jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Begitu besarnya jasa kedua orang tua kita, sehingga apapun yang kita lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tua tidak akan dapat membalas jasa keduanya. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma melihat seorang menggendong ibunya untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja ‘Si Ibu’ menginginkan, orang tersebut bertanya kepada, “Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Belum, setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu” [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]

Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari kandungan dengan beban yang dirasakannya sangat berat dan susah payah. Demikian juga ketika melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwanya antara hidup dan mati. Ketika kita lahir, ibu lah yang menyusui kita kemudian membersihkan kotoran kita. Semuanya dilakukan oleh ibu kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang atau malam hari. Apabila kita sakit tidak ada yang bisa menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga berusaha agar kita segera sembuh dengan membawa ke dokter atau yang lain. Sehingga kalau ditawarkan antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap anaknya.

Keempat.
Dengan berbakti kepada kedua orang tua akan diluaskan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dalam hadits yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ، وَيَنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” [Hadits Riwayat Bukhari 7/72, Muslim 2557, Abu Dawud 1693]

Dalam ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dianjurkan untuk menyambung tali silaturahmi. Dalam silaturahmi, yang harus didahulukan silaturahmi kepada kedua orang tua sebelum kepada yang lain. Banyak diantara saudara-saudara kita yang sering ziarah kepada teman-temannya tetapi kepada orang tuanya sendiri jarang bahkan tidak pernah. Padahal ketika masih kecil dia selalu bersama ibu dan bapaknya. Tapi setelah dewasa, seakan-akan dia tidak pernah berkumpul bahkan tidak kenal dengan kedua orang tuanya. Sesulit apapun harus tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kepada kedua orang tua. Karena dengan dekat kepada keduanya insya Allah akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa dengan silaturahmi akan diakhirkannya ajal dan umur seseorang.[1] walaupun masih terdapat perbedaan dikalangan para ulama tentang masalah ini, namun pendapat yang lebih kuat berdasarkan nash dan zhahir hadits ini bahwa umurnya memang benar-benar akan dipanjangkan.

Kelima.
Manfaat dari berbakti kepada kedua orang tua yaitu akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa anak yang durhaka tidak akan masuk surga. Maka kebalikan dari hadits tersebut yaitu anak yang berbuat baik kepada kedua orang tua akan dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke jannah (surga).

Dosa-dosa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala segerakan adzabnya di dunia diantaranya adalah berbuat zhalim dan durhaka kepada kedua orang tua. Dengan demikian jika seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya, Allah Subahanahu wa Ta’ala akan menghindarkannya dari berbagai malapetaka, dengan izin Allah.

[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Darul Qolam. Komplek Depkes Jl. Raya Rawa Bambu Blok A2, Pasar Minggu – Jakarta. Cetakan I Th 1422H /2002M]
_______
Footnote.
[1] Riyadlush Shalihin, hadits No. 319



Sumber: https://almanhaj.or.id/404-keutamaan-berbakti-kepada-kedua-orang-tua-dan-pahalanya.html

ini salah satu sumber yang lazim.

Rabu, 03 Januari 2018

Pengawas yang Diawasi

PERILAKU PENGAWAS UJIAN
KETIKA SEDANG MELAKSANAKAN TUGAS


Pendahuluan
Tugas mengawasi ujian bagi seorang guru adalah merupakan aktifitas rutin. Serutin pelaksanaan evaluasi pendidikan yang dilakukan secara formal pada lembaga-lembaga pendidikan. Mulai dari Ulangan Tengah Semester (UTS), Ulangan Akhir Semester (UAS), Ulangan Kenaikan Kelas (UKK), Try Out UN, UN, dan Ujian Sekolah.
Pekerjaan mengawasi ujian adalah pekerjaan yang menjenuhkan di satu sisi, namun di sisi lain merupakan keberuntungan karena di beberapa tempat tugas mengawasi ujian itu mendapat honor. Karena sedang mengalami kejenuhan mengawasi peserta ujian, maka dengan tanpa disadari para pengawas bahkan perilakunya menjadi objek yang diawasi oleh para peserta ujian.
Apa komentar para peserta ujian mengamati perilaku seorang pengawas? Berikut ini penulis paparkan beberapa komentar peserta ujian:
1.      Pengawasnya mengantuk
2.      Pengawasnya mainan Hand Phone
3.      Pengawasnya FB-an
4.      Pengawasnya asyik baca koran atau majalah
5.      Pengawasnya sibuk mengoreksi tugas

Problematika
Dari paparan beberapa komentar di atas memunculkan permasalahan:
1.      Apa tujuan dan fungsi kepengawasan dalam pelaksanaan evaluasi belajar?
2.   Apa sebenarnya tugas pengawas ujian dalam pelaksanaan ujian / ulangan?

Solusi
1.  Pengawas diganti dengan alat/mesin pemantau jarak jauh, semisal CCTV.
2.  Sistem tes/ujian berbasis komputer, korektor adalah alat/scaner atau aplikasi komputer.

Sumber:
Menggagas sistem penilaian yang efektif dan efisien 

Selasa, 02 Januari 2018

Pembekalan Life Skill Siswa




Mari menyimak, kisah pembinaan ekskul Jurnalistik di SMPN 1 Mejayan!

Ada beberapa pendapat bahwa menjadi pembina ektrakurikuler (Ekskul) Jurnalistik sangatlah berat dan membutuhkan kerja keras. Bagaimana tidak? Guru pembina Ekskul Jurnalistik harus paham betul dengan dunia ”pers” misalnya rapat redaksi, penentuan tema, liputan, wawancara kemudian lanjut ke huting, headline, editing sampai ke proses layouting sebelum diterbitkan. Padahal materi ekskul jurnalistik tidak seserius seperti itu bahkan bisa disederhanakan sesuai kemampuan siswa setarap SMP, tergantung bagaimana tehnik guru pembina menyiasatinya.

Sebenarnya untuk mengawali ekskul jurnalistik sangatlah mudah, asal guru pembina jangan terjebak oleh teori yang muluk-muluk tentang jurnalistik, siswa bisa lari meninggalkan. Seperti kegiatan ekskul Jurnalistik di SMP Negeri 1 Mejayan, proses awal pembinaan siswa diberi pelatihan sederhana namun tidak membosankan, antara lain siswa diajak menulis pengalaman yang mengesankan atau yang unik dalam bentuk bebas (puisi, prosa, artikel atau teks humor), selanjutnya hasil karya dibahas bersama-sama. Setelah melalui proses pengeditan karya-karya tersebut dipajang di majalah dinding (mading) atau majalah sekolah (masis). Siswa merasa bangga, karena hasil karyanya dihargai.

Pembinaan berikutnya mulai ditingkatkan dengan memberi tehnik-tehnik kepenulisan, peliputan dan wawancara. Setelah itu siswa diminta terjun langsung meliput berita, berwawancara langsung dengan narasumber. Obyeknya bisa lingkungan sekolah, antara lain Kantin Kejujuran, Duta Lingkungan, Ekskul PMR, Pramuka, Teater atau pemilihan ketua OSIS secara deskripsi. Bisa pula mewawancari siswa berprestasi, Gupres, ketua OSIS atau para pembina ekskul. Lebih afdhol lagi peliputan dilengkapi dengan foto-foto. Pasti siswa makin antusias dengan ekskul Jurnalistik.

Pada dasarnya ekskul Jurnalistik di sekolah terletak pada momen mendiskripsikan catatan harian, laporan kegiatan yang jadi ajang latihan menulis, membaca, merangkum dan mengevaluasi masalah serta mengasah ketrampilan berbicara pada siswa lewat wawancara. Lantas hasil karya-karya siswa tersebut ditampilkan di mading atau masis. Di SMP Negeri 1 Mejayan memiliki dua media untuk menampilkan karya-karya siswa, yaitu mading ”Brawijaya” dan masis ”Ekspresi.”

Yang perlu digarisbawahi, ekskul Jurnalistik di SMP Negeri 1 Mejayan menjadikan siswa mampu berinteraksi dengan banyak orang, kritis terhadap informasi yang diterima di lingkungan dan berani menganalisa informasi tersebut dalam bentuk tulisan. Maka jelas sudah bahwa ekskul Jurnalistik memberi bekal life skill pada siswa. Siswa menjadi percaya diri untuk menyalurkan minat dan bakatnya dalam bidang kebahasaan. Bukan hal baru bila peserta ekskul Jurnalistik SMP Negeri 1 Mejayan sering menjadi langganan pemenang lomba menulis puisi, cerpen, surat dan berpidato. Ada pula beberapa karya siswa di muat di media massa remaja Nasional.

Bahkan beberapa alumni peserta ekskul Jurnalistik di SMP Negeri 1 Mejayan ada yang menjadi cerpenis, novelis, motivator setarap Mario Teguh, bahkan ada yang menjadi reporter Surat Kabar ternama. Ekskul Jurnalistik mampu mengali Life Skill untuk bekal di masa depan.

Ekskul Jurnalistik memang keren!

Sumber:
http://dindik.madiunkab.go.id/index.php/en/2017-03-19-13-16-10/lemabaga-smp/659-ekskul-jurnalistik-menggali-life-skill-siswa

Save Our Students

JADIKAN GADGET PERBAIKAN PERILAKU SISWA



Inspirasi dari salah satu Pendidik/Guru SMPN 1 Mejayan “Sri Handajati,S.Pd.Ina” pembina ektrakurikuler (Ekskul) Jurnalistik telah meraih juara harapan 2 Lomba Nulis dan Cerita Cerpen dalam rangka HUT PGRI ke 72 Tahun 2017 di Wisma Guru Surabaya.

Lomba yang diikuti 57 peserta guru SD, SMP, SMA dan SMK se Jawa Timur dengan tema “ Jadikan Gadget Perbaikan Perilaku Siswa” yang dilaksanakan tanggal 12 September 2017.

“Sri Handajati,S.Pd.Ina” termasuk salah satu pengirim naskah pertama kali ketika awal dibentuknya Program “Cendekia Mejayan” oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun “Sodik Hery Purnomo S.Si” dan terbit di Radar Madiun dengan judul “Gudangnya Wartawan Cilik” pada hari kedua tanggal 5 April 2017.

Salah satu kutipan isi naskah yang telah terbit di Radar Madiun , yakni “Ada beberapa pendapat bahwa menjadi pembina ektrakurikuler (Ekskul) Jurnalistik sangatlah berat dan membutuhkan kerja keras. Bagaimana tidak? Guru pembina Ekskul Jurnalistik harus paham betul dengan dunia ”pers” misalnya rapat redaksi, penentuan tema, liputan, wawancara kemudian lanjut ke huting, headline, editing sampai ke proses layouting sebelum diterbitkan. Padahal materi ekskul jurnalistik tidak seserius seperti itu bahkan bisa disederhanakan sesuai kemampuan siswa setarap SMP, tergantung bagaimana tehnik guru pembina menyiasatinya.

Kembali ke permasalahan utama judul Tema yang diangkat oleh Panitia PGRI Jawa Timur, yakni “Jadikan Gadget Perbaikan Perilaku Siswa” adalah merupakan pendapat yang mempunyai beberapa arah tujuan yang berbeda-beda, karena pengguna Gadget apabila tidak bisa memanfaatkan perkembangan kemajuan ilmu teknologi dengan positif, tentunya justru menjadikan malapetaka bagi penggunanya.

Sebenrnya orang tua dari peserta didik membelikan gadget adalah dengan tujuan agar tidak terlalu ketinggalan jauh dengan perkembangan ilmu teknologi yang sangat pesat, karena aplikasi yang terpasang sudah banyak ragamnya dan dapat dimafaatkan bebas oleh siapapun.

Yang menjadi catatan penting bagi pengguna Gadget adalah gunakan dengan sebaik-baiknya, karena di dunia maya banyak komunitas, forum, group yang membahas berbagai banyak permasalahan tentang perkembangan ilmu teknologi jenis apapun, akan tetapi sebaliknya hati-hati dengan kelompok yang abal-abal justru akan menyesatkan pengguna.

Sekali lagi adanya komunitas, forum, group di dunia maya harus benar-benar dipelajari dan decermati tentang legalitas dari anggota yang tergabung di dalamnya, dipantau dulu jangan gegabah untuk memutuskan sesuatu, apalagi berhubungan dengan sumbangan atau dana, jangan langsung mengasih, harus dipertimbangkan dengan masak-masak.

Selamat dan semoga selalu menjadi sang inspirator bagi siswa/siswi Kabupaten Madiun, khususnya SMPN 1 Mejayan, dan sesuai Slogan dari Program Cendekia Mejayan “maju terus, hebat semua”. 

Sumber:
http://dindik.madiunkab.go.id/index.php/en/2017-03-19-12-43-33/sekretariat/979-jadikan-gadget-perbaikan-perilaku-siswa#comments

Selasa, 04 Maret 2014

Yuk Lihat Bagaimana Sekolah di Jepang

oleh: Arief Widiatmoko 




Kali ini akan dibahas sedikit mengenai keadaan sekolah di Jepang dan kita bisa melihat kesamaan dan perbedaan dengan sekolah yang ada di Indonesia. Yuk simak artikel di bawah.

Sekolah Jepang mengalami perubahan setelah Perang Dunia ke II. Sistem yang lama 6-5-3-3 diubah menjadi sistem 6-3-3-4 (6 tahun sekolah dasar, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA dan 4 tahun universitas) mengacu pada sistem Amerika. Wajib belajar di Jepang adalah 9 tahun, 6 tahun sekolah dasar dan 3 tahun SMP.

Jepang memiliki populasi teredukasi terbaik sedunia, dengan 100% populasi menamatkan wajib belajar 9 tahun dan memiliki tingkat buta aksara 0%. Sedangkan yang meneruskan ke tingkat SMA mencapai lebih dari 96% diseluruh negeri dan mencapai 100% di kota-kota. Angka untuk siswa drop out ditingkat SMA adalah 2% dan telah meningkat. Sekitar 46% dari seluruh siswa yang menamatkan SMA melanjutkan ke Universitas ataupun mengejar diploma.

Kementrian Pendidikan secara khusus mengawasi kurikulum, buku sekolah, kelas dan menjaga level pendidikan yang seragam di seluruh negeri. Sebagai hasilnya, standar pendidikan yang tinggi bisa tercapai.

Kehidupan Siswa

Kebanyakan sekolah memiliki 3 sistem tahun sekolah dengan tahun ajar baru mulai di bulan april. Sistem pendidikan modern dimulai sejak tahun 1872, dan mengambil model sistem sekolah Prancis, dimana dimulai di bulan April. Tahun fiskal di jepang dimulai di bulan April dan berakhir dibulan Maret di tahun berikutnya, dimana akan lebih memudahkan di banyak aspek.

April adalah puncak musim semi dimana bunga sakura (bunga yang paling disukai di Jepang) mekar dan waktu yang sangat tepat untuk memulai sesuatu yang baru di Jepang. Perbedaan di sistem tahun ajar sekolah ini membuat siswa yang ingin melanjutkan sekolah di Amerika menjadi tidak efisien dimana setengah tahun dihabiskan hanya untuk menunggu dan bahkan setahun lagi terbuang ketika kembali ke sistem universitas jepang dan harus mengulang 1 tahun.

Terkecuali untuk tingkat bawah sekolah dasar, hari biasa sekolah disetiap minggu adalah 6 jam, dimana membuatnya menjadi hari sekolah terlama di dunia. Bahkan setelah selesai sekolah, anak-anak memiliki latihan dan tugas rumah yang membuat mereka selalu sibuk. Hari libur adalah 6 minggu di musim panas dan sekitar 2 minggu setiap musim dingin dan musim semi. Sering mereka mendapat tugas rumah disetiap liburan mereka.

Setiap kelas memiliki ruangan yang tetap dimana siswa mengikuti semua pelajaran, kecuali untuk latihan praktek dan tugas di laboratorium. Selama pendidikan dasar, umumnya, satu guru mengajar semua pelajaran disetiap kelas. Sebagai hasil dari pertumbuhan populasi setelah perang dunia ke II, jumlah siswa yang berada di sekolah dasar ataupun SMP perkelasnya hingga melebihi 50 siswa, tetapi sekarang dijaga untuk berada dibawah 40 siswa per kelas. Di sekolah dasar dan SMP negeri, makan siang (kyuushoku) disediakan dengan standar menu, dan disantap di dalam ruangan kelas. Hampir semua SMP mewajibkan siswa mereka untuk mengenakan seragam sekolah (seifuku).

Sedangkan untuk siswa SMA, mereka tidak mengendarai mobil untuk berangkat sekolah. Kebanyakan dari mereka berjalan kaki ataupun mengendari sepeda jika jarak ke sekolah tidak terlalu jauh. Di situasi yang berbeda, siswa harus mengendarai bus atau kereta, seringkali menyambung kendaraan beberapa kali untuk mencapai sekolah mereka. Sudah menjadi biasa untuk siswa menghabiskan 2 jam atau lebih dalam sehari di transportasi umum. Setelah SMA, siswa masuk ke universitas berdasarkan pada standarisasi nilai ujian masuk perguruan tinggi. Dan hasilnya, beberapa siswa menempuh perjalanan yang jauh untuk bersekolah di perguruan tinggi tadi. Sekolah dimulai pukul 08.30, dimana siswa harus berangkat dari rumah sejak pukul 06.30. Sementara beberapa siswa tidur atau belajar selama perjalanan ke sekolah. Kebiasaan siswa ketika berangkat ke sekolah diatur dalam kebijakan sekolah. Kebijakan ini dapat melarang kegiatan publik tertentu - mengunyah permen karet, memakan makanan kecil, membaca buku ketika berjalan - apapun yang bisa membuat reputasi sekolah menjadi jelek. Dalam prakteknya, bagaimanapun, kebiasaan siswa menjadi lebih santai ketika mereka jauh dari sekolah.

Perbedaan besar antara sistem sekolah di Jepang dan sistem sekolah di Amerika adalah orang Amerika menghormati individualitas sedangkan orang Jepang mengontrol individu dengan mengamati peraturan grup. Ini menjawab karakteristik orang Jepang yang memiliki kebiasaan grup.

- See more at: http://www.kesekolah.com/solusi-pendidikan/yuk-lihat-bagaimana-sekolah-di-jepang.html#sthash.u2KZVgcN.dpuf

Jumat, 07 Februari 2014

Agama mengajarkan: "Jaga kebersihan"





Sejak kecil, kita sudah diajarkan untuk menjaga kebersihan, mulai dari menjaga kebersihan diri, menjaga kebersihan rumah, menjaga kebersihan sekolah, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Kita juga pasti sering mendengar slogan menjaga kebersihan sekolah berbunyi “kebersihan sebagian dari iman” atau “kebersihan pangkal kesehatan”. Slogan-slogan ini mengajak kita untuk selalu menjaga kebersihan di mana pun dan kapan pun kita berada.

Kebersihan sangat berarti dan sangat bermanfaat bagi semua orang, terutama kebersihan rohani dan kebersihan jasmani, karena kebersihan akan menciptakan suatu keindahan, baik keindahan lahir maupun keindahan batin.

Semua yang bersih akan enak dipandang dan indah. Bandingkan dengan semua yang kotor. Tentu saja akan tidak enak dipandang dan tidak indah. Kebersihan merupakan keadaan bebas dari kotoran dan menjadi salah satu tanda dari keadaan higienis. Semua orang wajib menjaga kebersihan agar sehat, tidak bau, tidak menyebarkan kotoran, atau tidak menularkan penyakit.

Sering kali anak sekolah diajarkan untuk menjaga kebersihan sekolah sejak duduk di bangku sekolah dasar. Sekolah yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah merupakan sekolah yang didambakan oleh seluruh penghuni sekolah. Kebersihan sekolah merupakan tanggung jawab warga sekolah yang bersangkutan.

Untuk mewujudkan sekolah yang didambakan tidak hanya membutuhkan dana dan pengetahuan tentang rancang bangun yang hebat. Tapi pengetahuan tentang kebersihan dan kreativitas siswa tidak kalah penting untuk mewujudkan sekolah dambaan tersebut.

Sebuah sekolah akan menjadi sumber pembelajaran yang nyaman jika mempunyai fasilitas yang nyaman dan bersih. Untuk mendapatkan kenyamanan tersebut, semua guru dan semua siswa harus menjaga kebersihan sekolah dengan baik. Sekolah yang bersih, nyaman, dan asri akan menjadi sarana pembentukan perilaku arif terhadap lingkungan serta memberikan kesan baik bagi orang yang melihatnya.
Beberapa Tindakan yang Dilakukan oleh Pihak Sekolah untuk Menjaga Kebersihan Sekolah.

Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak. Selain itu, sekolah merupakan salah satu tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk bertahan hidup di kemudian hari. Salah satu pengenalan dan pemahaman tentang kebersihan dapat diperoleh melalui pendidikan di sekolah.

Untuk menjaga kebersihan sekolah, pihak sekolah dapat melakukan beberapa tindakan. Pertama, menyusun dan memasyarakatkan program sekolah hijau. Sekolah hijau disebut juga green school. Maksud sekolah hijau adalah sekolah yang mempunyai komitmen dan secara sistematis mengembangkan program-program untuk menginternalisasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh aktivitas sekolah.

Sekolah hijau tidak hanya tampilan fisik sekolah yang hijau, tetapi wujud sekolah yang mempunyai program dan aktivitas pendidikan yang mengarah pada kesadaran dan kearifan terhadap lingkungan hidup. Tampilan fisik sekolah ditata sedemikian rupa sehingga menjadi wahana pembelajaran bagi seluruh warga sekolah untuk bersikap arif dan berperilaku ramah lingkungan.

Program sekolah hijau tidak dapat dipisahkan dari seluruh program pengembangan sekolah. Program sekolah hijau dapat dikembangan melalui lima kegiatan utama, yaitu pengembangan kurikulum berwawasan lingkungan, pengembangan pendidikan berbasis komunitas, peningkatan kualitas kawasan sekolah dan lingkungan sekitarnya, pengembangan sistem pendukung yang ramah lingkungan, serta pengembangan manajemen sekolah berwawasan lingkungan.

Kedua, mendaftar atau menginvestasikan dan melaksanakan program sekolah hijau, antara lain melaksanakan kegiatan apotek hidup di sekolah, membangun mekanisme pembuangan sampah di sekolah, membiasakan untuk hemat atau mendaur ulang semua kertas dan plastik, menghemat penggunaan lampu, pendingin ruang kelas, dan konsumsi air, dan menyediakan tempat sampah berdasarkan jenis sampahnya.

Selain itu, mengadakan kegiatan ekstrakulikuler berbasis lingkungan seperti kelompok hijau dan pencinta alam, mengadakan karya wisata atau studi banding dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah, serta melakukan diskusi atau studi kasus tentang pemeliharaan lingkungan sekolah, misalnya menonton film bertemakan lingkungan, lalu didiskusikan bersama-sama.

Ketiga, melaksanakan tata tertib kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. Keempat, mengadakan pengawasan dan penegakan kedisiplinan. Kelima, mengadakan gerakan cinta kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah. Keenam, mengembangkan kecintaan dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah melalui berbagai lomba peduli lingkungan, misalnya lomba kebersihan antarkelas, menggambar, menulis, atau kegiatan lain yang bersifat ramah lingkungan.

Ketujuh, memanfaatkan hari-hari besar nasional untuk peduli lingkungan. Kedelapan, para guru memberikan contoh pada siswa-siswanya untuk membuang sampah di tempatnya. Kesembilan, para guru menegur atau memberikan sanksi pada siswa yang membuang sampah sembarangan dan mencatatnya dalam buku pelanggaran.

Selain kesembilan cara di atas, ada sekolah yang mempekerjakan petugas kebersihan untuk menjaga kebersihan sekolah. Tentu saja kebijakan seperti ini ada nilai positif dan nilai negatifnya. Nilai positifnya adalah lingkungan sekolah lebih terjaga kebersihannya dan tidak akan mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar.

Sementara itu, nilai negatifnya adalah pihak sekolah harus mengeluarkan biaya untuk membayar upah petugas kebersihan tersebut dan kebijakan ini akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendidik dan membiasakan siswa peduli terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

Ada juga sekolah yang mengadakan kegiatan Jumat bersih atau sering disebut Jumsih. Jumat bersih merupakan kegiatan membersihkan lingkungan sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah secara bersama-sama.

Kegiatan ini bersifat mendidik karena menumbuhkan kesadaran seluruh warga sekolah tentang manfaat merawat lingkungan agar tetap bersih dan tetap hidup sehat. Selain membersihkan kelas, seluruh warga sekolah membersihkan lapangan sekolah, WC, serta taman sekolah.

Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menanamkan kedisiplinan dan kebersihan pada seluruh warga sekolah, menjadikan siswa yang sehat, baik jasmani dan rohani, serta menciptakan suasana sekolah yang nyaman, tenteram, asri, bersih, dan rapi sehingga seluruh siswa tetap semangat belajar. Beberapa Tindakan yang Dilakukan oleh Siswa untuk Menjaga Kebersihan Sekolah

Untuk menjaga kebersihan sekolah, diperlukan peran dari seluruh warga sekolah. Kebersihan sekolah tidak akan terwujud apabila salah satu dari warga sekolah tidak peduli pada kebersihan. Kebersihan sekolah dapat dimulai dari kebersihan kelas yang menjadi tanggung jawab siswa kelas yang bersangkutan.


Berikut ini beberapa tindakan kebersihan yang dapat dilakukan oleh para siswa dimulai dari kelas masing-masing.

Pertama, menyusun petugas piket. Kedua, membersihkan papan tulis setiap pergantian jam pelajaran dan pulang sekolah. Ketiga, menyapu kelas, mengepel lantai kelas, serta mengelap kaca kelas sebelum pelajaran dimulai atau setelah pulang sekolah. Dalam hal ini, petugas piket memegang tanggung jawab untuk membersihkan kelas. Keempat, saling mengingatkan petugas piket untuk melaksanakan kewajibannya. Kelima, memperindah kelas dengan menambahkan beberapa hiasan berupa taplak meja dan vas bunga di meja guru atau slogan-slogan kebersihan dan gambar-gambar pahlawan. Hal ini bertujuan agar para siswa tidak jenuh saat belajar di kelas. Keenam, tidak mencoreti tembok kelas, bangku, serta meja dengan pulpen, spidol, atau alat tulis lainnya. Ketujuh, membuang sampah pada tempatnya. Kedelapan, menegur teman yang membuang sampah sembarangan. 

Secara keseluruhan, kebersihan, keasrian, serta kenyamanan lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah yang bersangkutan. Kondisi seperti itu akan melahirkan siswa yang cerdas, bermutu, berwawasan lingkungan, serta mampu menerapkan sikap cinta dan peduli terhadap lingkungan.

Sebenarnya, untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah tidaklah sulit. Kuncinya hanya satu, yaitu kesadaran seluruh warga sekolah yang bersangkutan terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Jika seluruh warga sekolah menerapkan kunci tersebut, sekolah idaman pun akan terwujud.

sumber: anneahira.com

Kamis, 30 Januari 2014

Manfaat Berwudhu Sebelum Tidur


Berwudhu Sebelum Tidur


Memang ini kedengarannya sepele. Tapi jangan anggap enteng soal ini, pasalnya Rasulullah senantiasa wudhu sebelum tidur. Berwudhu, disamping bernilai ibadah juga bermanfaat besar bagi kesehatan dan memiliki Rahasia Tersembunyi. Secara tidak sadar, kita selalu menyepelekan hal berwudhu. Karena sesungguhnya berwudhu tidak sekedar membasahkan muka dari air saja. Simak lebih lanjut kutipan di bawah ini.
Peneliti dari Universitas Alexsandria, dr musthafa syahatah, yang sekaligus menjabat sebagai Dekan Fakultas THT, menyebutkan bahwa jumlah kuman pada orang yang berwudhu lebih sedikit dibanding orang yang tidak berwudhu.
Dengan ber-istisnaq (menghirup air dalam hidung) misalnya kita dapat mencegah timbulnya penyakit dalam hidung. Dengan mencuci kedua tangan, kita dapat menjaga kebersihan tangan. Kita juga bisa menjaga kebersihan kulit wajah bila kita rajin berwudhu. Selain itu, kita juga bisa menjaga kebersihan daun telinga dan telapak kaki kita, artinya dengan sering berwudhu kita dapat menjaga kesehatan tubuh kita.
Lalu, bagaimana jika berwudhu dilakukan sebelum tidur? Nah, para pakar kesehatan di dunia senantiasa menganjurkan agar kita mencuci kaki mulut dan muka sebelum tidur. Bahkan, sejumlah pakar kecantikan memproduki alat kecantikan agar dapat menjaga kesehatan kulit muka.
Di samping itu tentunya anjuran untuk berwudhu juga mengandung nilai ibadah yang tinggi. Sebab ketika seseorang dalam keadaan suci. Jika seseorang berada dalam keadaan suci, berarti ai dekat dengan Allah. Karena Allah akan dekat dan cinta kepada orang-orang yang berada dalam keadaan suci.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.)
Hal ini juga ditulis dalam kitab tanqih al-Qand al-Hatsis karangan syekh muhamad bin umar an-nawawi al-mantany. Dari umar bin harits bahwa nabi bersabda: “Barangsiapa tidur dalam keadaan berwudhu, maka apabila mati disaat tidur maka matinya dalam keadaan syahid disisi allah. Maksudnya orang yang berwudhu sebelum tidur akan memperoleh posisi yang tinggi disisi Allah.
Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa berwudhu sebelu tidur merupakan anjuran nabi yang harus dikerjakan bila seseorang ingin memperoleh kemuliaan disisi Allah.


Manfaat Berwudhu Sebelum Tidur
Pertama, merilekskan otot-otot sebelum beristirahat. Mungkin tidak terlalu banyak penjelasan. Bisa dibuktikan dalam ilmu kedokteran bahwa percikan air yang dikarenakan umat muslim melakukan wudhu itu merupakan suatu metode atau cara mengendorkan otot-otot yang kaku karna lelahnya dalam beraktifitas. Sangat diambil dampak positifnya bahwa jika seseorang itu telah melakukan wudhu, maka pikiran kita akan terasa rileks. Badan tidak akan terasa capek. 
Kedua, mencerahkan kulit wajah. Wudhu dapat mencerahkan kulit wajah karena kinerja wudhu ini menghilangkan noda yang membandel dalam kulit. Kotoran-kotoran yang menempel pada kulit wajah kita akan senantiasa hilang dan tentunya wajah kita menjadi cerah dan bersih. 
Ketiga, didoakan malaikat. Dalam sabda Beliau yang disinggung pada bagian atas, malaikat akan senantiasa memberikan do’a perlindungan kepada umat muslim yang senantiasa wudhu sebelum tidur. Padahal malaikat adalah makhluk yang senantiasa berdzikir kepada Allah. niscaya do’anya akan senantiasa dikabulkan pula oleh Allah. Oleh karena itu, senantiasa berwudhu itu adalah hal yang wajib kita lakukan.

Fenomena Meninggal Dunia Saat Tidur Dalam Sunnah
Jauh-jauh hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sudah memberikan bimbingan dalam tidur agar tidak menimbulkan bahaya, di antaranya tidur sambil miring ke kanan, tidak tidur sambil tengkurap.
Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, Pernah suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati seseorang yang tidur tengkurap di atas perutnya, lalu beliau menendangnya dengan kakinya seraya bersabda, “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang tidak disukai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim).
Sesungguhnya sebab kematian itu bermacam-macam, namun kematian tetaplah satu. Selain Sleep Apnea masih ada sebab lainnya yang menjadi media datangnya kematian. Karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan tips terbaik bagi umatnya dalam menghadapi kematian yang datangnya tak terduga ini. 
Disebutkan dalam Shahihain, dari sabahat al-Bara’ bin Azib radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya; “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim). 
Dalam menjelaskan faidah dari perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini, Al-Hafidz Ibnul Hajar menyebutkan hikmahnya, di antaranya yaitu: Agar dia tidur pada malam itu dalam keadaan suci supaya ketika kematian menjemputnya dia dalam keadaan yang sempurna. Dari sini diambil kesimpulan dianjurkannya untuk bersiap diri untuk menghadapi kematian dengan menjaga kebersihan (kesucian) hati karena kesucian hati jauh lebih penting daripada kesucian badan.
Imam al-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan tiga hikmah berwudlu sebelum tidur (yang maksudnya tidur dalam keadaan suci). Salah satunya adalah khawatir kalau dia meninggal pada malam tersebut. Abdul Razak mengeluarkan sebuah atsar dari Mujahid dengan sanad yang kuat, Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma berkata, “Janganlah engkau tidur kecuali dalam kondisi berwudlu (suci), karena arwah akan dibangkitkan sesuai dengan kondisi saat dia dicabut.” 

Rahasia Cantik Wanita dengan Air Wudhu
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kai, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dlm perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yg baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. ALLAH tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi DIA hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-NYA bagimu supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Maidah: 6).

Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan tentang wudhu. Ia mengemukakan bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka, yaitu sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menghubungkan hikmah wudhu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut.
Ulama fiqih juga menjelaskan bahwa wudhu juga merupakan upaya untuk memelihara kebersihan. Daerah yang dibasuh dengan air wudhu seperti tangan, daerah muka, dan kaki merupakan bagian yang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran. Oleh karena itu, daerah tersebut harus dibasuh untuk menghindari penyakit kulit yang umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka dan jarang dibersihkan seperti sela-sela jari tangan, kaki, dan belakang telinga.
Republika pada 5/03/07 yang lampau, "dokter Ahmad Syauqy Ibrahim peneliti hidung, penyakit dalam, dan penyakit jantung di London mengatakan : "Para pakar sampai kepada kesimpulan: Pencelupan anggota tubuh ke air akan mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan pada syaraf dan otot, menormalkan detak jantung, kecemasan dan insomania (susah tidur)". Nah dari laporan tersebut bisa kita tarik kesimpulan, bahwa air wudhu mampu menjaga wajah wanita tetap cantik.
Mokhtar Salem dalam bukunya “Prayers a Sport for the Body and Soul” menjelaskan bahwa wudhu dapat mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Apabila dibersihkan dengan air (terutama saat berwudhu), maka bahan kimi tersebut akan larut bersama air. Selain itu, wudhu juga dapat membuat seseorang menjadi tampak lebih muda.
Di dalam buku Mukjizat Berwudhu karya Drs. Oan Hasanuddin, R.O, Akp, MA. dijelaskan bahwa anggota badan yang dibasuh air wudhu memiliki titik akupresure dan akupunktur yang sangat bermanfaat bagi kesehatan seseorang. Titik-titik tersebut merupakan bagian titik pijat dan akupunktur untuk mengobati berbagai macam penyakit. 
Catatan:
Memang terdapat penelitian dan terbukti bahwa wudhu dapat membuat Anda lebih cantik, tetapi janganlah berwudhu karena hanya mengejar niat ini. Baiknya, apa-apa yang Anda lakukan selalu arahkan untuk mencapai Ridha Allah SWT.

Keyword: Manfaat dan Rahasia Tersembunyi Dibalik ber-Wudhu Sebelum Tidur
Source: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/manfaat-wudhu-sebelum-tidur.html

Diambil dari: 
http://www.akhbarislam.com/2013/07/manfaat-dan-rahasia-tersembunyi-dibalik.html

Selasa, 21 Januari 2014

Mari Berhemat! Gunakan Air Seperlunya

“MENGELOLA AIR BEKAS WUDLU YANG
TERSIA-SIAKAN”
(Pembelajaran untuk Peduli Lingkungan)

Oleh: Muh. Ali Ma’sum, S.Ag

Ditulis untuk diajukan:
Penghargaan Anugerah Pendidikan Lingkungan Tingkat Kabupaten Madiun Tahun 2011
yang diselenggarakan kerjasama: Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun


Air merupakan salah satu kebutuhan yang paling vital untuk memenuhi hajat hidup tidak saja manusia tetapi juga hewan dan tanaman. Namun berbeda antara manusia dengan makhluk yang lain, manusia membutuhkan air yang bersih untuk kebutuhan hidupnya terutama untuk makan dan minum, sedangkan hewan dan tumbuhan tidak membutuhkan yang bersih yang penting tidak mengandung zat racun.
Kebutuhan akan air bersih di beberapa daerah mengalami kendala. Sebagai contoh daerah yang mengalami kekeringan karena sumber mata air terlalu dalam, atau sebaliknya yang tertimpa banjir, baik karena hujan maupun karena air laut yang pasang, dan juga karena kebocoran gas. Sementara di sisi lain kita mengamati perilaku kebanyakan umat Muslim berlebih-lebihan (melakukan pemborosan) dalam penggunaan air. Meskipun dengan dalih ibadah melaksanakan perintah Allah SWT. Misalnya berwudlu sambil sendau gurau dan berwudlu dengan jumlah basuhan yang melebihi 3 kali.
Sebenarnya ajaran Agama Islam sendiri pun juga banyak memberikan peringatan kepada para pemeluknya untuk tidak melakukan sesuatu hal yang melewati batas. Namun kebanyakan mereka tidak menyadari bahwa apa yang menjadi kebiasaan mereka itu sebenarnya termasuk larangan Allah SWT.


Rumusan Masalah
Maka dari itu kami berkeinginan untuk mengungkapkan permasalahan sebagai berikut:
1.      Mengapa air-air bekas wudlu perlu dikelola?
2.      Bagaimana cara mengelola air-air bekas wudlu?
                                       
Pembatasan Masalah
Pembahasan makalah ini kami batasi lingkup SMP Negeri 2 Sawahan, Kabupaten Madiun, yaitu alternatif pengelolaan air bekas wudlu di ling-kungan SMPN 2 Sawahan.

Tujuan Pembahasan
  1. Menyampaikan argumen-argumen mengenai perlunya pengelolaan terhadap air bekas wudlu demi upaya penyadaran untuk berlaku hemat terhadap penggunaan air.
  2. Memberikan alternatif solusi untuk memanfaatkan air bekas wudlu, yang biasanya langsung mengalir menuju selokan (sungai).


KAJIAN TEORI
Kata “mengelola” dalam KBBI bermakna mengolah, menata, meman-faatkan. Air bekas wudlu artinya air suci yang mensucikan berasal dari salah satu dari tujuh jenis (air sumur, air sungai, air sumber mata air, air hujan, air es /salju, air embun dan air laut) yang telah digunakan untuk berwudlu. Yang tersia-siakan artinya terbuang begitu saja atau tidak dimanfaatkan lagi.
Wudlu’ menurut bahasa berarti bersih dan indah. Dan menurut syari’at berarti membersihkan anggota-anggota wudlu’ untuk menghilangkan hadats kecil.[1] Bagi umat Islam berwudlu adalah termasuk salah satu  ibadah yang pokok. Ia adalah bagian dari thaharah (kesucian) selain tayamum dan ghusl (mandi) yang merupakan syarat utama untuk melakukan ibadah mahdhah (langsung antara hamba dengan Allah SWT). Hal tersebut didasarkan pada firman Allah SWT dalam QS. Al Maidah ayat 6: 
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,." (QS. Al Maidah: 6)
Dari ayat tersebut jelas sekali bahwa sebelum mendirikan shalat (hubungan langsung dengan Allah SWT) umat Muslim diperintahkan untuk berwudlu dengan cara yang tersebut dalam ayat di atas. Yang demikian karena Allah SWT maha suci dan hanya akan menerima hamba-Nya kalau dalam suci pula.
Berwudlu itu menggunakan sarana berupa air, dengan ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam syari’at Islam. Di dalam berwudlu umat Islam disunnahkan untuk melakukan masing-masing basuhan sebanyak 3 kali. Umat Islam dalam sehari semalam memerlukan wudlu minimal sebanyak 5 kali.
Allah SWT melarang terhadap hamba-hamba-Nya untuk berperilaku boros, sebagaimana firman-Nya: 
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Isra’: 27)
Dari ayat tersebut ditegaskan bahwasannya orang-orang yang berperilaku boros itu sebagai saudaranya setan, padahal setan itu kafir terhadap Allah SWT. Pada banyak firman Allah SWT yang lain ditegaskan bahwa setan itu adalah musuh yang nyata bagi anak-cucu Nabi Adam as.
Pada ayat yang lain Allah SWT juga menegaskan: "dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al An’am: 141)

Kita umat manusia diperbolehkan untuk makan, minum, dan berhias tetapi kita dilarang berlebih-lebihan, walaupun terhadap sesuatu yang mubah (boleh). Termasuk dalam hal ini adalah penggunaan air ketika berwudlu. Dalam berwudlu pembasuhan anggota wudlu maksimal tiga kali, lebih dari itu makruh (dibenci), meskipun berwudlunya dengan air sungai, air hujan, air laut sekalipun yang nota bene adalah tidak usah mengeluarkan biaya. Apalagi kalau berwudlunya dengan air bersih yang harus dibayar. Itulah yang menjadi argumen mengapa kita perlu mengelola air bekas wudlu.
Air merupakan kebutuhan vital bagi makhluk hidup, tidak saja manusia namun juga binatang dan tumbuh-tumbuhan.[2]  Ditambah semakin sempitnya lahan untuk cocok tanam,sehingga dibudidayakan menanam pada pot-pot atau polibag.[3] Serta binatang-binatang yang tidak lagi digembalakan namun dikandangkan, kebutuhan minum mereka menjadi kewajiban manusia untuk menyediakan.

Dan mengapa air bekas wudlu yang perlu dikelola, adalah karena air bekas wudlu mempunyai keutamaan-keutamaan sebagai berikut:

  1.      Air yang kita gunakan untuk berwudlu, kelak di hari kiyamat akan menjadi saksi yang melaporkan kesaksiannya kepada Allah SWT. 
  2.      Tetesan-tetesan dari anggota wudlu menjelma menjadi para malaikat Allah SWT. Malaikat Allah tidak akan mati sebelum datang hari Kiyamat. "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. (QS. Ar-Ra’d: 11)
Selain dua hal di atas mengapa air bekas wudlu yang perlu dikelola? Adalah karena air tersebut setelah digunakan untuk berwudlu tidak berubah sifat dan tidak terkontaminasi oleh zat-zat yang berbahaya, karena persyaratan air yang bisa digunakan untuk berwudlu adalah air yang suci dan mensucikan (thayyib-muthayyib).
Jadi jika dimanfaatkan untuk menyirami tanaman-tanaman atau memberi minum hewan ternak akan lebih berkah daripada yang disirami dengan air yang yang bukan air bekas wudlu. Berkah dalam arti bahasa yaitu bertambahnya nilai kebaikan yang ada pada sesuatu. Berkah dalam hal bisa berarti pertumbuhan lebih bagus, bunganya lebih indah menawan, baunya lebih harum, dan buahnya lebih nikmat, vitamin yang halal dan thayyib.

[1] Rifa’i,Muhammad, Drs. H., hal 63
[2] QS. Al Anbiya’: 30, “…. . Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup …..
[3] Sumarsono, Bagyo, Ir.,S.Pd, (2009) hal.18-19.



PENYAJIAN HASIL PENGAMATAN
Di SMP Negeri 2 Sawahan siswa/siswinya 99 % Muslim, juga pendidik dan tenaga kependidikannya 95 % Muslim. Di sana diadakan kegiatan pembiasaan Shalat Dhuha pada jam istirahat bagi siswa/siswi kelas VII dan Shalat Dhuhur berjama’ah setelah jam pelajaran terakhir bagi siswa/siswi kelas VIII dan Shalat-shalat nawafil bagi siswa/siswi kelas IX pada saat jam pelajaran PAI yang dilaksanakan di Mushalla sekolah.
Sebelum melaksanakan shalat para siswa secara bergiliran antri untuk berwudlu. Pada saat antrian wudlu kita amati, beberapa orang siswa melakukan sambil bersendau gurau dengan teman-temannya, padahal air yang mestinya digunakan untuk berwudlu terus mengalir dengan percuma. Pada kesempatan yang lain kita amati beberapa orang siswa berwudlu dengan basuhan pada kaki secara berulang-ulang sampai melebihi 3 kali basuhan. Terkadang juga terjadi namanya anak-anak, menggoda temannya yang sudah wudlu disentuh padahal lain jenis agar batal. Karena batal ia harus wudlu lagi.
Di sisi lain kita mengamati air-air yang habis digunakan untuk wudlu mengalir terbuang begitu saja ke selokan. Padahal kalau kita pikirkan air wudlu itu bersih dan suci dan setelah digunakan wudlupun tetap bersih tidak merubah sifat air tersebut. Seandainya diambil untuk diminumkan ke hewan ternak pun tidak akan berbahaya, juga untuk disiramkan ke tanaman tidak berbahaya. Tetapi air tersebut tidak dimanfaatkan untuk apa-apa, dibuang begitu saja.
Hal ini menandakan bahwa para siswa belum mempunyai kepedulian terhadap lingkungan hidup. Padahal di sekitar lingkungan mereka misalnya taman-taman sekolah dan juga tanaman-tanaman yang pot tidak jarang mengalami keterlambatan menerima siraman air. Tidak jarang guru harus memerintah untuk menyiram melalui pemberian sanksi karena melanggar tata tertib sekolah.
Oleh karena itu melalui kegiatan pengelolaan air wudlu ini, kami selaku pendidik Agama Islam mengajarkan kepada para siswa:
1.      Untuk berhemat dalam menggunakan air.
2.      Untuk peduli terhadap tanaman dan hewan yang juga membutuhkan air.
Di sekolah kami SMP Negeri 2 Sawahan, para siswa dibiasakan untuk shalat dhuha pada jam istirahat pertama dan  shalat Dhuhur berjamaah setelah selesai pelajaran terakhir serta shalat shalat-shalat nawafil pada saat jam pelajaran PAI. Karena terbatasnya lokasi pada tempat ibadah yang ada di sekolah, sedangkan jumlah rombongan belajarnya 36 maka kami membuat jadwal shalat untuk mereka agar masing-masing kelas mendapat kesempatan.
Tempat wudlu kita atur, selokannya ditutup dan airnya dialirkan ke arah tandon (tampungan air). Selain itu kami juga menempatkan bak air di bawah kran air tempat untuk berwudlu. Para siswa diberi penjelasan mengenai alasan kegiatan pemanfaatan air bekas wudlu untuk menyiram tanaman. Yaitu karena sebagai orang yang beriman kita dilarang melakukan pemborosan atau menyia-nyiakan sesuatu (disini adalah air bekas wudlu). Diperhatikan dari sifatnya air tidak mengalami perubahan setelah digunakan untuk berwudlu. Jadi tidak membahayakan bagi tanaman yang disiram dengannya.
Bahkan kita tanamkan keyakinan dalam hati siswa bahwa air yang menetes dari anggota wudlu kita oleh Allah SWT diciptakan menjadi malaikat yang akan mendoakan terhadap orang yang berwudlu. Jadi jika dimanfaatkan untuk menyirami tanaman-tanaman atau memberi minum hewan ternak akan lebih barakah daripada yang disirami dengan air yang yang bukan air bekas wudlu. Berkah dalam arti bahasa yaitu bertambahnya nilai kebaikan yang ada pada sesuatu. Barakah dalam hal bisa berarti pertumbuhan lebih bagus, bunganya lebih indah menawan, baunya lebih harum, dan buahnya lebih nikmat, vitamin yang halal dan thayyib.
Setelah menerima penjelasan mengenai hikmah dari memanfaatkan air bekas wudlu siswa diberi tugas sebelum mereka secara bergiliran mengambil air bekas wudlu dari bak tampungan air bekas wudlu temannya dengan menggunakan bak ukuran kecil untuk disiramkan ke tanaman yang berada di lingkungan sekolah terutama yang berada di dalam pot-pot. Setelah semua selesai berwudlu baru didirikan shalat berjamaah.


Siswa/siswi berwudhu secara bergantian,


bagi siswa/siswi yang mengantri

diharuskan untuk mengangkat 1 bak air berisi air bekas wudhu
untuk disiramkan ke pot tanaman



Siswa sedang menyiramkan 1 bak air bekas wudhu ke pot 

Para siswa yang lain mengambil air bekas wudlu yang terbuang ke tampungan air

Siswa sedang menyiramkan air bekas wudhu ke tanaman di luar pot


Lifelong Education (Belajar Sepanjang Hayat). Dengan ilmu, semua menjadi mudah. Dengan seni, semua menjadi indah. Dengan agama, semua menjadi terarah. Kebersihan adalah Pangkal Kesehatan.